Senin, 20 April 2015
Hari yang Lamanya 50.000 tahun...
Senin, 16 Maret 2015
L I S A N .....
Senin, 24 Juni 2013
Kehidupan...
Rabu, 22 Februari 2012
Rumah idaman...

Kamis, 08 Oktober 2009
Pacaran Dalam Kehidupan Remaja
Pada hakikatnya, konsep pacaran yang dapat dijadikan patokan umum masih belum ditemukan. Setiap orang boleh mendefinisikan pacaran sesuai dengan tujuan psikologis dan karakteristiknya sendiri. Namun menurut pandangan saya, pacaran merupakan suatu tahap penjajakan atau mencari tahu sifat dan tingkah laku lawn jenis yang menarik perhatian; yang dipersiapkan secara khusus untuk menjalin hubungan yang lebih tinggi dari itu, yaitu pernikahan; dengan senantiasa memperhatikan norma dan kaidah masyarakat yang berlaku.
Ada sebuah artikel yang membahas tentang pacaran ini. Dari artikel tersebut diperoleh definisi bahwa pacaran itu merupakan suatu bentuk proses pembelajaran. Kini timbul pertanyaan, apa yang dipelajari dalam pacaran itu? Untuk menjawabnya kita akan mencoba untuk membahasnya satu per satu.
Pertama :
Pacaran merupakan proses pembelajaran untuk dapat bertukar pendapat. Atau remaja sekarang mengistilahkannya dengat “curhat”. Maksudnya, perlu adanya kesiapan diri untuk dapat mendengar masalah pasangan anda. Ketika pasangan menemui anda untuk menceritakan masalah yang tidak dapat diselesaikannya sendiri, anda jangan mengelak dan melarikan diri. Setidaknya cobalah menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu kemudian cobalah untuk memberi sedikit penyelesaian masalah itu meskipun mungkin tidak dapat membantu. Dilain pihak, seandainya anda mempunyai masalah yang cukup rumit, anda jangan sungkan untuk menceritakannya kepada pasangan anda. Anda bercerita bukan berarti anda ingin melimpahkan permasalahan anda kepada pasangan. Anda melakukan itu hanya karena anda butuh teman berbicara. Hal itu lebih baik dari pada anda berbicara pada dinding atau benda mati lainnya yang nyata-nyata tak dapat berbicara, hanya untuk meluapkan emosi anda.
Kedua :
Pacaran merupakan proses pembelajaran untuk menghargai kepentingan orang lain. Tentu saja anda ingin membahagiakan pasangan anda. Namun bagaimana jika anda mengalami hambatan untuk membahagiakan pasangan? Kita ambil contoh, suatu hari anda ingin mengajak pasangan ke bioskop. Anda telah mengatur segalanya. Pada saat anda menjemput pasangan, anda melihat beberapa orang berkumpul di rumah pasangan. Kemudian orang tuanya memaksa anda untuk bergabung sejenak dan anda menurutinya. Setelah beberapa saat kemudian, acara belum selesai, dan meskipun telah selesai, jadwal yang telah ditentukan telah lewat dan semuanya berantakan. Apa yang akan anda lakukan? Anda marah? Marah dengan siapa? Orang tuanya? Saya yakin anda tidak akan mampu melakukannya di depan orang tua pasangan anda.
Ketiga :
Pacaran merupakan proses pembelajaran bagaimana mengontrol diri dan tingkah laku. Maksudnya bagaimana mengontrol diri sendiri dari pengaruh kegiatan seks. Bukan merupakan rahasia umum lagi jika remaja cenderung mendekati seks. Bagaimana tidak, orang yang perpacaran biasanya ingin lebih mengetahui lebih lanjut tentang cara berpacaran itu. Mereka berpendapat bahwa pacaran tanpa seks tidak indah. Untuk itu mereka berusaha untuk terus mencari informasi mengenai seks itu, baik dari majalah, CD porno ataupun situs-situs porno lainnya. Padahal peranan orang tua dan guru sangat berpengaruh dalam perkembangan anak pada masa pubertasnya. Namun saying sang anak sendiri lebih tertarik pada informasi yang diperolehnya dari media tersebut daripada dari nasehat guru dan orang tuanya sendiri.
Mencium pacar anda masih diperbolehkan, sebatas hanya menunjukkan rasa saying anda kepada pasangan. Meskipun demikian, bukan berarti ciuman tersebut mutlak dilakukan. Tidak. Dan ciuman itu tidak boleh melebihi batas. Bagaimanapun juga, jika ciuman anda itu lebih dari yang sepantasnya, bisa saja anda tidak dapat mengendalikan diri dan perzinahan pasti tidak dapat dielakkan. Dan anda dapat membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah anda menyesal? Bagus, tapi itu percuma. Semua telah terjadi dengan sendirinya. Dan anda harus menghadapinya dengan jiwa besar.
Jadi bagaimana sebenarnya pacaran yang baik itu? Menurut saya, pacaran yang baik itu adalah bagaimana kita menghargai komitmen, saling menjaga dan saling mendukung satu sama lainnya. Jika anda dapat melakukannya, itu bagus. Anda akan memperoleh sesuatu yang baik di luar dugaan anda.
Dan sekarang, semua tergantung penilaian anda. Saya tidak mengatakan pacaran itu baik atau buruk. Anda berhak menganalisa manfaat pacaran itu, dan sebaiknya itu yang harus anda lakukan terlebih dahulu. Jika anda sependapat dengan saya, selamat anda mencobanya. Jika tidak, pertahankanlah argumentasi anda. Karena itulah yang terbaik buat anda..***
Salam sukses !!
Sabtu, 03 Oktober 2009
Kaya Harta & Kaya Ilmu
Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r.a katanya:
“Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :” Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini. Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Setiap perbuatan ada matlamatnya masing-masing. Tetapi apa yang kita inginkan dalam hidup ini? Ilmu, wang atau selainnya? Perumpamaan orang yang kaya harta dan menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir terdapat seratus biji. Hakikatnya, kaya dan miskin akan menguji tahap keimanan seseorang. Tidak semestinya yang kaya kurang imannya dan yang miskin pula kuat imannya atau sebaliknya.
Renungan ....
Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”
“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.
“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.
“Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong, jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka, jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja, Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah, Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah, Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2
di dunia ini.”
“Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”
“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”.”Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak
“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”
“Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.
“Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”
“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”
“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.”
“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.
“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah, dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”
“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL, RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA, dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”
“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”


