Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Hari yang Lamanya 50.000 tahun...



Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasehati anaknya, “Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60-an, 70-an atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda belia. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.

Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita Insya Allah bakal hidup kekal selamanya disana.

Senin, 16 Maret 2015

L I S A N .....


Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang amat besar dan salah satu ciptaan Allah yang menakjubkan. Bentuknya kecil dan tidak bertulang, namun fungsinya sebagai alat pengucapan memiliki peran yang sangat besar dalam ketaatan dan kemaksiatan. Bahkan kekufuran dan keimanan tidak bisa diketahui dengan jelas kecuali dengan persaksian lisan, padahal keduanya merupakan puncak dari ketaatan dan kemaksiatan
.
Lisan dapat mewujudkan perdamaian, kasih sayang namun lisan dapat menyulut permusuhan, pertengkaran, perkelahian, perceraian, peperanagn, bahkan pertumpahan darah sekalipun. Maka tidak salah kiranya Imam Ghazali berkata bahwa Lisan adalah hal yang paling tajam di dunia ini
.
Luka akibat besetan atau tusukan pedang yang tajam dapat dilihat oleh mata telanjang dan diobati dalam hal ini progres penyembuhan dapat dilihat dengan kasat mata. Namun luka akibat perkataan lisan tak dapat dilihat oleh mata dan sulit untuk diobati.
Begitu banyak dosa-dosa yang berasal dari lisan. Laknat, sumpah serapah, sumpah palsu, dusta, fitnah, adu domba, caci maki, umpatan tidak bisa dilakukan kecuali menggunakan lisan.

Namun banyak pula kebaikan-kebaikan yang dapat dihasilkan dari pennggunan lisan. Menyeru dalam kebaikan, melarang kemungkaran, saling menasehati dalam kebaikan, membaca Al Qur’an, berdzikir mengagungkan asma Allah Swt merupakan amalan-amalan yang menggunakan lisan.
Lisan senang mengembara ke tempat yang tak bertujuan, lahannya luas tiada terbatas dan bertepi. Ia memiliki peran yang besar di dalam lahan kebajikan dan juga di dalam keburukan. Maka barangsiapa yang mengumbar lisannya dengan bebas dan tidak mau mengendalikannya, maka setan akan menggiringnya ke dalam segala sesuatu yang dia ucapkan. Lalu menyeretnya ke jurang kehancuran dan selanjutnya jatuh ke dalam kebinasaan.

Senin, 24 Juni 2013

Kehidupan...



Kalau kita melihat perilaku kehidupan umat Islam di zaman sekarang, kebanyakan telah menyimpang dari ajaran / kaidah Al Qur’an dan sunnah. Mulai cara berbicara, mencari rezeki dari cara yg tak jelas halal atau haram, sampai pada cara pergaulan bebas antara pria dan wanita, Kita jadi prihatin.
Namanya hidup tak pernah sepi dari ujian. Namun, semuanya akan menjadi ringan, jika ada seseorang yang bersedia menjadi teman
Dalam hidup, kadang ujian, cobaan ataupun musibah tiba-tiba terjadi dan mengoyak-ngoyak kebahagiaan yang sedang melingkupi. Sebagaimana Allah SWT. telah mengingatkan :
“Apakah manusia mengira dengan mereka mengatakan : ’kami beriman’ akan dibiarkan saja tanpa diberi cobaan?” (QS. Al-Ankabut :2)
Dalam ayat yg lain Allah Swt berfirman :
“Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian, sehingga Kami mengetahui orang-orang yg benar² sungguh dalam agama Allah dan orang-orang yg bersabar diantara kalian”. (QS Muhammad :31)

Rabu, 22 Februari 2012

Rumah idaman...



Keinginan untuk mempunyai rumah sendiri sudah lama kuidamkan. Setelah ± 13 tahun aq menabung, awal Juni 2010 mulailah aq membangun rumah. Sebenarnya sih banyak tawaran dari pengembang perumahan atau depelover sekitar kota Medan Marelan. Tapi kenapa aku tidak membeli rumah via KPR. Setelah kupikir2 dan kuhitung harga rumah terlalu mahal karena bunganya yg masih cukup tinggi. Mengingat gaji aku yang tidak seberapa (dibawah 2 juta-an). Awal mulanya aq membeli 1 kavling tanah berukuran 9 x 20.8 mtr, tanah tersebut bekas sawah. Harganya 21,5 juta. Lalu ditimbun dan dibenteng setinggi ± 45 cm supaya tanah timbun tidak tumpah berserakan ke halaman/tanah tetangga.

Kamis, 08 Oktober 2009

Pacaran Dalam Kehidupan Remaja

Berbicara mengenai pacaran sangat erat kaitannya dengan sebuah perasaan seseorang. Secara umum masyarakat luas memandang pacaran sangat identik dengan cinta. Sebagian orang berpendapat pacaran merupakan masa bersatunya dua insan yang berlainan, yang saling tertarik satu sama lainnya. Sebagian orang berpendapat bahwa pacaran itu motivator dan spirit yang baik dalam bekerja. Sebagian berpendapat bahwa pacaran tidak membawa manfaat sama sekali, bahkan hukumnya haram. Dan masih banyak pendapat lain yang berbeda-beda bila kita menanyakannya kepada beberapa orang responden.
Pada hakikatnya, konsep pacaran yang dapat dijadikan patokan umum masih belum ditemukan. Setiap orang boleh mendefinisikan pacaran sesuai dengan tujuan psikologis dan karakteristiknya sendiri. Namun menurut pandangan saya, pacaran merupakan suatu tahap penjajakan atau mencari tahu sifat dan tingkah laku lawn jenis yang menarik perhatian; yang dipersiapkan secara khusus untuk menjalin hubungan yang lebih tinggi dari itu, yaitu pernikahan; dengan senantiasa memperhatikan norma dan kaidah masyarakat yang berlaku.
Ada sebuah artikel yang membahas tentang pacaran ini. Dari artikel tersebut diperoleh definisi bahwa pacaran itu merupakan suatu bentuk proses pembelajaran. Kini timbul pertanyaan, apa yang dipelajari dalam pacaran itu? Untuk menjawabnya kita akan mencoba untuk membahasnya satu per satu.
Pertama :
Pacaran merupakan proses pembelajaran untuk dapat bertukar pendapat. Atau remaja sekarang mengistilahkannya dengat “curhat”. Maksudnya, perlu adanya kesiapan diri untuk dapat mendengar masalah pasangan anda. Ketika pasangan menemui anda untuk menceritakan masalah yang tidak dapat diselesaikannya sendiri, anda jangan mengelak dan melarikan diri. Setidaknya cobalah menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu kemudian cobalah untuk memberi sedikit penyelesaian masalah itu meskipun mungkin tidak dapat membantu. Dilain pihak, seandainya anda mempunyai masalah yang cukup rumit, anda jangan sungkan untuk menceritakannya kepada pasangan anda. Anda bercerita bukan berarti anda ingin melimpahkan permasalahan anda kepada pasangan. Anda melakukan itu hanya karena anda butuh teman berbicara. Hal itu lebih baik dari pada anda berbicara pada dinding atau benda mati lainnya yang nyata-nyata tak dapat berbicara, hanya untuk meluapkan emosi anda.
Kedua :
Pacaran merupakan proses pembelajaran untuk menghargai kepentingan orang lain. Tentu saja anda ingin membahagiakan pasangan anda. Namun bagaimana jika anda mengalami hambatan untuk membahagiakan pasangan? Kita ambil contoh, suatu hari anda ingin mengajak pasangan ke bioskop. Anda telah mengatur segalanya. Pada saat anda menjemput pasangan, anda melihat beberapa orang berkumpul di rumah pasangan. Kemudian orang tuanya memaksa anda untuk bergabung sejenak dan anda menurutinya. Setelah beberapa saat kemudian, acara belum selesai, dan meskipun telah selesai, jadwal yang telah ditentukan telah lewat dan semuanya berantakan. Apa yang akan anda lakukan? Anda marah? Marah dengan siapa? Orang tuanya? Saya yakin anda tidak akan mampu melakukannya di depan orang tua pasangan anda.
Ketiga :
Pacaran merupakan proses pembelajaran bagaimana mengontrol diri dan tingkah laku. Maksudnya bagaimana mengontrol diri sendiri dari pengaruh kegiatan seks. Bukan merupakan rahasia umum lagi jika remaja cenderung mendekati seks. Bagaimana tidak, orang yang perpacaran biasanya ingin lebih mengetahui lebih lanjut tentang cara berpacaran itu. Mereka berpendapat bahwa pacaran tanpa seks tidak indah. Untuk itu mereka berusaha untuk terus mencari informasi mengenai seks itu, baik dari majalah, CD porno ataupun situs-situs porno lainnya. Padahal peranan orang tua dan guru sangat berpengaruh dalam perkembangan anak pada masa pubertasnya. Namun saying sang anak sendiri lebih tertarik pada informasi yang diperolehnya dari media tersebut daripada dari nasehat guru dan orang tuanya sendiri.
Mencium pacar anda masih diperbolehkan, sebatas hanya menunjukkan rasa saying anda kepada pasangan. Meskipun demikian, bukan berarti ciuman tersebut mutlak dilakukan. Tidak. Dan ciuman itu tidak boleh melebihi batas. Bagaimanapun juga, jika ciuman anda itu lebih dari yang sepantasnya, bisa saja anda tidak dapat mengendalikan diri dan perzinahan pasti tidak dapat dielakkan. Dan anda dapat membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah anda menyesal? Bagus, tapi itu percuma. Semua telah terjadi dengan sendirinya. Dan anda harus menghadapinya dengan jiwa besar.

Jadi bagaimana sebenarnya pacaran yang baik itu? Menurut saya, pacaran yang baik itu adalah bagaimana kita menghargai komitmen, saling menjaga dan saling mendukung satu sama lainnya. Jika anda dapat melakukannya, itu bagus. Anda akan memperoleh sesuatu yang baik di luar dugaan anda.
Dan sekarang, semua tergantung penilaian anda. Saya tidak mengatakan pacaran itu baik atau buruk. Anda berhak menganalisa manfaat pacaran itu, dan sebaiknya itu yang harus anda lakukan terlebih dahulu. Jika anda sependapat dengan saya, selamat anda mencobanya. Jika tidak, pertahankanlah argumentasi anda. Karena itulah yang terbaik buat anda..***

Salam sukses !!

Sabtu, 03 Oktober 2009

Kaya Harta & Kaya Ilmu

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r.a katanya:

“Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :” Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini. Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Setiap perbuatan ada matlamatnya masing-masing. Tetapi apa yang kita inginkan dalam hidup ini? Ilmu, wang atau selainnya? Perumpamaan orang yang kaya harta dan menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir terdapat seratus biji. Hakikatnya, kaya dan miskin akan menguji tahap keimanan seseorang. Tidak semestinya yang kaya kurang imannya dan yang miskin pula kuat imannya atau sebaliknya.

Jika direnung manakah yang lebih utama, ilmu atau harta? Tentu sekali ilmu kerana seperti kata sayidina Ali: “Ilmu akan menjaga diri mu, sementara harta adalah sebaliknya, kamu yang harus menjaganya.” Namun alangkah baiknya jika kita kaya kedua-duanya. Kaya harta dan kaya ilmu kerana kedua-dua mampu menaikkan kedudukan kita bukan sahaja di sisi manusia bahkan di sisi Allah SWT iaitu dengan cara memanfaatkan kurniaan Allah itu ke jalan yang diredhai-Nya.

Renungan ....


Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”

“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.

“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.

“Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong, jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka, jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja, Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah, Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah, Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2
di dunia ini.”

“Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”

“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”.”Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.

“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”

“Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.

“Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”

“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”

“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.”

“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.

“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah, dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”

“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL, RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA, dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”

“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”

“ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!”